Tampilkan postingan dengan label Akidah Akhlak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akidah Akhlak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Desember 2017

Adab Makan dan Minum

Rasulullah SAW telah mencontohkan kepada umatnya bagaimana Adab Makan dan Minum yang benar :


Amati Video dibawah ini !!



A.   Adab Sebelum Makan dan Minum:
1.       Mencuci kedua tangan



2.       Mencuci mulut atau berkumur

3.       Membaca basmalah ketika hendak makan dan mengakhirinya dengan membaca hamdalah.

B.   Adab Ketika Makan dan Minum:
a.       Makan dan minum harus dengan duduk
b.       Ketika makan tidak boleh berbicara
c.        Makan dengan tangan kanan
d.       Ketika makan harus tenang, tidak boleh tergesa-gesa, makanan tidak boleh tercecer.
e.       Tidak boleh makan sambil berjalan
f.         Makan secukupnya jangan berlebihan, makan berlebihan disebut israf, dan israf itu dilarang oleh agama Islam maka ambillah secukupnya saja sesuai dengan kebutuhan. Firman Allah SWT : ”Makan dan minumlah, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.  Sabda Nabi Muhammad SAW : ”Tidaklah anak cucu Adam mengisi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Sebenarnya beberapa suap saja sudah cukup untuk menegakkan tulang rusuknya. Kalau dia harus mengisinya, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas”. (HR. Turmudzi, Ibnu Majah, dan Muslim)
g.       Hendaklah saat makan tidak membicarakan hal-hal buruk
h.       Mengambil makanan atau hidangan yang dekat dan tidak meraih makanan di tempat yang jauh, sebagai pertanda qanaah
i.         Apabila makan bersama, dilarang mengambil lagi makanan, kecuali bila sudah mendapat izin
j.         Mulailah untuk mengambil makanan dari pinggir dan dilarang dari tengah
k.       Tidak boleh mencela makanan tetapi sunah untuk memujinya



C.   Adab Sesudah Makan dan Minum:
·         Setelah makan dan minum hendaknya membaca doa : “Segala puji bagi Allah yang telah member makan dan minum dan telah menjadikan kami sebagai orang Muslim”.
·         Mencuci tangan, Nabi Muhammad SAW bersabda : ”Barangsiapa tertidur sedang di kedua tangannya terdapat bekas gajih, lalu ketika bangun pagi dia menderita suatu penyakit, maka hendaklah dia tidak mencela melainkan dirinya sendiri”. (Riwayatkan Nasa’i dari Aisyah ra)
·         Membersihkan dan mencuci peralatan yang dipakai untuk makan

Rukun Iman

   Rukun artinya tiang atau dasar sedangkan iman adalah percaya dengasepenuh hati, di ucapkan dengan lisan dan diamalkan dalam perbuatan. Rukun iman yaitu pilar keimanan dalam islam yang harus dimiliki seorang muslim. Jumlahnya ada enam. 
           Iman adalah “Keyakinan dalam hati, perkataan di lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan maksiat”. 
    
1.      Iman Kepada Allah

Ada pepohonan, sungai dan lain-lain. Tahukah kalian, siapa yang menciptakannya? Allah SWT yang menciptakan alam ini. Tiada tuhan selain Allah. Kita wajib beriman kepada Allah SWT.
Seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah hingga dia mengimani 4 hal: mengimani adanya Allah. Mengimani rububiah Allah, bahwa tidaak ada yang mencipta, menguasai dan mengatur alam semesta kecuali Allah. Mengimani uluhiah Allah, bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengingkari semua sembahan selain Allah Ta’ala. Mengimani semua nama dan sifat Allah (asmaul husna) yang Allah telah tetapkan untuk diri-Nya dan yang Nabi-Nya tetap untuk Allah, serta menjauhi sikap menghilangkan makna, memalingkan makna, mempertanyakan dan menyerupakan-Nya.

2.      Iman Kepada Malaikat-malaikat Allah
     
Malaikat adalah makhluk Allah SWT dan diciptakan dari cahaya. Malaikat sangat patuh kepada Allah SWT dan tidak pernah berbuat dosa. Malaikat yang wajib diketahui ada sepuluh
No.
Nama malaikat
tugasnya
1
Jibril
Penyampai wahyu
2
Mikail
Pembagi rezeki
3
Israfil
Peniup terompet
4
Izrail
Pencabut nyawa
5
Munkar
Penanya keburukan
6
Nakir
Penanya kebaikan
7
Rakib
Pencatat amal baik
8
Atid
Pencatat amal buruk
9
Malik
Penjaga neraka
10
Ridwan
Penjaga surga

3.      Iman kepada kitab-kitab Allah
Allah menurunkan beberapa kitab suci, kitab suci diberikan kepada nabi dan rasul, kitab suci berisikan wahyu dari Allah SWT dan petunjuk bagi manusia agar selamat di dunia dan akhirat. Kita wajib percaya kepada kitab-kitab Allah tersebut. Kitab-kitab Allah yang wajib diketahui ada 4 (empat), yaitu: Al-Qur’an, Injil, Zabur dan Taurat.
Mengimani seluruh kitab Allah adalah ucapan-Nya dan bukanlah ciptaan-Nya. Karena kalam (ucapan) merupakan sifat Allah dan sifat Allah bukanlah makhluk. Muslim wajib mengimani bahwa Al-Qur’an merupakan penghapus hukum dari semua kitab suci yang turun sebelumnya.

Al-Qur’an adalah kitab suci umat islamAl-Qur’an diturunkan kepada nabi Muhammad SAWAl-Qur’an adalah penyempurna dari kitab-kitab suci sebelumnyaMembaca al-Qur’an adalah ibadah dan mendapat pahala jadi biasakanlah membaca al-Qur’an agar menjadi orang beriman.

4.      Iman kepada nabi dan rasul
Rasul Allah artinya utusan Allah SWT, rasul diutus untuk menyampaikan ajaran Allah SWT kepada umat manusia, rasul selalu patuh kepada perintah Allah SWT, rasul selalu menjauhi larangan Allah SWT, rasul dijamin masuk surga
Nabi Muhammad adalah rasul terakhir, Nabi Muhammad adalah rasul umat islam, kita wajib beriman kepada rasul, kita harus mencontoh perilaku rasul dan Rasul yang wajib kita imani ada 25



Nabi dan rasul
1
Adam
6
Ibrahim
11
Yusuf
16
Musa
21
Sulaiman
2
Idris
7
Luth
12
Ayub
17
Harun
22
Zakaria
3
Nuh
8
Ismail
13
Zulkifli
18
Ilyas
23
Yahya
4
Hud
9
Ishak
14
Syuaib
19
Ilyasa
24
Isa
5
Soleh
10
Yakub
15
Yunus
20
Daud
25
Muhammad


5.      Iman KepadaHari Kiamat

Hari kiamat disebut juga hari akhir, akhir kehidupan di alam dan semua makhluk akan mati, alam semesta dan isinya akan hancur. Kapan datangnya hari kiamat, tidak ada yang tahu Hanya Allah yang tahu jadi Kita wajib percaya dengan adanya hari kiamat orang yang tidak percaya adanya hari kiamat termasuk orang kafir

6.      Iman Kepada Qada dan Qadar
Qada dan qadar adalah ketentuan Allah SWT atau disebut juga takdir Allah SWT. Orang Indonesia berkulit coklat.Itu adalah takdir dari Allah SWT. Takdir ada yang tetap dan ada yang dapat berubah, manusia wajib berusaha agar takdir dapat berubah

Asmaul Husnah

 1. Al-Quddus 

 Al-Quddus artinya Maha Suci. Allah tersucikan dari segala macam kekurangan. Allah suci dari sifat keji, jahat dan hal negatif lainnya. Allah tidak mempunyai istri dan anak. Allah juga tidak memiliki kecacatan. Tidak ada yang bisa menyerupai Allah. Semua makhluk harus tunduk kepada Allah. Menyembah selain Allah disebut syirik. Sedangkan pelakunya disebut musyrik. Perbuatan syirik akan mendatangkan dosa. Dan pelakunya akan masuk neraka. Al-Quddus juga berarti Maha Tinggi dan Maha Agung. Mensucikan Allah adalah Ibadan yang agung. Semua makhluk didunia ini selalu bertasbih kepada Allah. Jika hewan dan tumbuhan saja berzikir. Maka manusia sebagai makhluk Allah yang mulia harus taat kepada-Nya. Manusia harus selalu menebarkan kebaikan. Melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya Itulah ciri-ciri orang yang bertaqwa. Bertasbih adalah salah satu cara mensucikan Allah. Dengan bertasbih bisa mendekatkan diri kepada Allah. 

2. Al-Muhaimin 

 Kata al-muhaimin berasal dari kata haimana yuhaiminu. Al-Muhaimin artinya memelihara atau menjaga. Al-Muhaimin bisa juga diartikan menjadi saksi. Zat yang membenarkan atau menyalahkan. Kata al-Muhaimin muncul dalam al-Qur’an sebanyak dua kali. Pertama sebagai sifat al-Qur’an dalam surat al-Maidah ayat 48 : Artinya : “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu….” A-Qur’an menjadi saksi atas kitab-kitab terdahulu. Kedua sebagai sifat Allah dalam surat al-Hasyr ayat 23 : Artinya : “Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” Allahlah yang memelihara seluruh makhluk-Nya. Baik keselamatannya maupun kesejahteraannya. Kekuasaan Allah sangatlah luas. Tidak ada makhluk yang dapat menandinginya. Allahlah yang menciptakan langit dan bumi. Manusia harus selalu berbuat baik. Karena Allah maha melihat dan maha mendengar. Allah bisa mengetahui peristiwa dimasa lalu, kini dan masa depan. Tidak ada tempat sembunyi bagi kita. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-An’am ayat 10 : Artinya : “Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa Rasul sebelum kamu, Maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka Balasan (azab) olok-olokan mereka.” Apabila kita berbuat kesalahan harus segera bertaubat. Serta mengganti dengan perbuatan yang baik. Setiap perbuatan kita diawasi oleh Allah. Kelak Allah akan meminta pertanggungjawabannya. Orang yang baik akan mendapat balasan surga. Sedangkan orang yang jahat akan mendapat balasan neraka. 

3. Ash-Shamad 

 Ash-shamad adalah zat yang dituju dalam setiap kebutuhan. Allah tempat meminta pertolongan disetiap kesulitan. Allah maha perkasa. Dia tidak makan dan minum. 
Allah tidak pernah sakit seperti manusia. Allah tidak memerlukan siapapun. Sebaliknya manusia selalu memerlukan Allah. Kata ash-shamad hanya disebutkan satu kali dalam al-Qur’an Yaitu dalam surat al-Ikhlas ayat 1-4 : Artinya : 
1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. 
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, 
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” Allah tempat bergantung segala sesuatu. Bergantung kepada Allah bukan berarti kita tidak boleh berusaha. Kita harus tetap berusaha serta berdoa kepada Allah. Bila kita bergantung kepada Allah. Kita akan menyadari bahwa Allah maha berkuasa. Sifat ash-Shamad menandakan bahwa kekayaan Allah tidak akan habis. Meskipun sudah dibagikan untuk kebutuhan makhluknya. Manusia tidak boleh meminta kepada selain Allah. Misalnya meminta pertolongan setan dan sebagainya Karena hal itu termasuk perbuatan syirik. Syirik akan mendatangkan dosa. Kelak pelakunya akan disiksa didalam neraka. 

4. Al-Badi’ 

Al-Badi’ adalah zat yang menciptakan sesuatu tanpa didahului. Allah tidak dilahirkan karena itu Allah tidak mempunyai orang tua. Allah maha Esa dan maha Tunggal. Baik zatnya, sifatnya maupun perbuatan-Nya. Allah yang menciptakan semua makhluk didunia ini Dan manusialah yang diciptakan dalam bentuk yang paling baik. Untuk itu kita harus banyak bersyukur kepada Allah. Dengan tidak menyekutukan-Nya. Dia juga yang menumbuhkan pepohonan. Menciptakan mata air, menurunkan hujan dari langit. Semuanya untuk kebutuhan manusia. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 117 : Artinya : “Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, Maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” lalu jadilah ia”. 

Adab Belajar dan Bermain

1. Adab Belajar 

Belajar sama dengan menuntut ilmu. Menuntut ilmu dianjurkan bagi setiap muslim. baik yang laki-laki maupun perempuan. Imam Syafi’i berkata : “Menuntut Ilmu itu lebih utama daripada salat sunnah.” Keutamaan belajar / menuntut ilmu banyak sekali. Belajar sama dengan ibadah. Orang yang belajar akan mendapatkan pahala. Anak yang rajin belajar akan menjadi pandai. Sebaliknya anak yang malas belajar akan menjadi bodoh. Belajar sebaiknya dimulai sejak dini. Seperti kata pepatah : Belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu. Belajar diwaktu dewasa bagai mengukir diatas air. Artinya jika masih muda kita akan mudah menyerap pelajaran. Sedangkan jika sudah tua akan sulit untuk memahami pelajaran. Seeorang pelajar harus memperhatikan adab-adab belajar. Agar ilmu yang dituntutnya bermanfaat. Serta mendapat ridha Allah. Berikut ini adab belajar disekolah dan dirumah.



 2. Adab Belajar disekolah 

 - Mempunyai niat - Memberi salam kepada guru Ketika datang kesekolah siswa memberi salam kepada guru. Bersalaman dengan mencium tangan sebagai tanda penghormatan. 
- Membaca doa sebelum belajar Sebelum belajar hendaklah membaca doa. mulailah dengan membaca basmalah. Kemudian membaca doa sebelum belajar. 

Yang berbunyi : رَبِّ زِدْنِى عِلْمًا نَافِعًا وَارْزُقْنِى فَهْمًا وَسِعًا 

 Artinya : “Wahai Allah Tuhanku tambahkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat dan berilah aku kefahaman yang luas.” 
- Bersikap sopan terhadap guru Guru adalah orang yang memberikan ilmu kepada kita. Kita harus menghormati guru. Berkata kepada guru tidak boleh dengan suara yang keras. Apalagi sampai membentak-bentak guru. Jika ada pertanyaan yang kurang jelas. Bertanyalah dengan sopan kepada guru. Kita juga tidak boleh duduk dikursi guru.
Duduklah dengan rapi dikursi masing-masing. Jika suasana kelas tertib maka kegiatan belajar menjadi lancar. 
- Membaca doa sesudah belajar Setelah belajar jangan lupa membaca doa.

 Doa setelah belajar adalah : اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْتَوْدِعُكَ مَا عَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ اِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِىْ اِلَيْهِ وَلاَ تَنْسَنِيْهِ يَا رَبَّ الْعَلَمِيْنَ 

 Artinya : “Ya Allah sesungguhnya aku menitipkan kepadamu apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, maka kembalikanlah kepadaku pada waktu akau membutuhkannya, dan janganlah Engkau jadikan aku lupa padanya wahai Tuhan semesta alam.” Belajar tidak hanya disekolah. Dirumah pun kita harus belajar. Yaitu mengulang kembali pelajaran yang kita dapat disekolah. Agar ilmu yang kita dapat disekolah tidak cepat hilang. Atau mempelajari pelajaran yang akan diajarkan. 

 Adapun adab belajar dirumah adalah :
 - Belajar ditempat yang sesuai Belajar yang baik adalah ditempat yang tenang. Belajar sebaiknya jangan didepan televisi. Agar konsentrasi tidak terganggu. 
 - Membaca doa sebelum dan sesudah belajar. - Merapikan buku dan alat tulis Biasakanlah merapikan alat tulismu sesudah belajar. Letakkan ditempatnya semula. Agar esok mudah mencarinya.
 - Menyiapkan buku untuk pelajaran esok hari 

 3. Adab Mengaji

 Mengaji biasanya berarti membaca al-Qur’an. Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam.
 Allah menurunkan Al-Qur’an kepada nabi Muhammad saw. 
Melalui perantaraan malaikat Jibril. Seluruh ayat al-Qur’an adalah wahyu Allah. Bukan buatan manusia. 
Sehingga al-Qur’an selalu terjaga kemurniannya. 
Al-Qur’an berisi pedoman hidup bagi manusia. 
Umat Islam wajib mempelajari al-Qur’an. Tidak hanya mempelajari tetapi juga mengamalkannya. Membaca al-Qur’an termasuk ibadah. 
Karena al-Qur’an adalah kitab yang agung. 
Maka untuk membacanya ada adab-adab tertentu. 
Adab mengaji antara lain : 
- Berwudu dahulu
 - Memakai pakaian yang bersih dan suci 
- Membawa al-Qur’an dengan sopan
 - Menghadap kiblat 
- Tidak tergesa-gesa 
- Sesuaikanlah dengan bacaan tajwidnya. 

Sebagaimana firman Allah swt.
 dalam surat al-Muzammil ayat 4 : Artinya : “Atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.”
 - Membaca ta’awuz dan basmalah 
- Membaca doa sebelum mengaji 

Doa sebelum mengaji adalah : اَللَّهُمَّ افْتَحْ عَلَىَّ حِكْمَتَكَ وَانْشُرْ عَلَىَّ رَحْمَتَكَ مِنْ خَزَائِنِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ 

Artinya : “Ya Allah bukakanlah hikmah-Mu dan taburkanlah kepada kami rahmat dari khazanah-Mu Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.” 
- Selesai mengaji membaca : صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ Artinya : “Maha benar Allah yang maha agung.” 


4. Adab Bermain Bermain boleh kita lakukan. 

Asalkan tidak mengganggu waktu belajar. Bermain berguna untuk menyegarkan pikiran. tetapi jangan sampai terlena. Bermain jangan terlalu lama. Apalagi sampai melupakan ibadah dan belajar. Karena akan merugikan diri sendiri. Misalnya PR menjadi terbengkalai. Atau kita bisa mendapat dosa karena meninggalkan salat. 
Bermain ada adabnya. Adab bermain antara lain :
 - Memperhatikan waktu Carilah waktu yang tepat untuk bermain. Jangan sampai terlalu lelah bermain. Sehingga melupakan belajar.
 - Harus jujur Islam melarang kita untuk berbuat curang. Anak yang curang tidak akan punya teman. 
Perbuatan curang akan mendapatkan dosa.
 - Tidak menggangu orang lain Bermain boleh dilakukan disekitarmu. 
Tetapi bermainlah dengan tertib. Misalnya tidak bermain dijalan raya. Karena akan mengganggu pengemudi kendaraan. Dan membahayakan diri kita sendiri. Bermain juga jangan terlalu berisik. Karena akan mengganggu orang yang sakit atau tidur. Bermain jangan sampai mengganggu orang lain.
 - Tidak boleh bertengkar / bermusuhan Sesama teman harus saling menyayangi. 
Ketika kita kalah dalam permainan. Kita tidak boleh marah pada teman kita. Apalagi sampai membuat celaka teman kita. Kalah dan menang adalah hal yang biasa dalam bermain. Kita tidak boleh egois. Tidak perlu mengejek teman yang kalah. Apalagi sampai menyinggung perasaannya. 

LATIHAN SOAL KELAS 2 BAB TEMPAT HIDUP MAKHLUK HIDUP

A. BERILAH TANDA SILANG (X) PADA HURUF A, B, ATAU C PADA JAWABAN YANG BENAR! 1. Hewan ada yang hidup di darat dan ada yang hidup di ... a....